Jumat, 27 September 2013

"Cara Mengatasi Ngantuk Setelah Makan Siang - Sebab Ngantuk Setelah makan"

Mengantuk merupakan salah satu tanda yang diberikan tubuh kepada kita agar beristirahat. Jadi mengantuk adalah hal yang wajar. Namun itu tidak berlaku jika kita mengantuk setelah makan siang. mengantuk setelah makan merupakan pertanda bahwa ada yang salah dalam makanan, enzim atau kondisi kadar gula darah kita. Mengantuk setelah makan ini disebut dengan istilah food coma.

Mengantuk di siang hari tentunya sangat mengganggu, karena umumnya siang hari merupakan waktu kita bekerja. Jika kita bekerja di temani rasa ngantuk ada kemungkinan perkerjaan kita tidak bisa maksimal, bahkan bisa saja terjadi kesalahan. 



Ahli nutrisi Dr. Allan Spreen dalam republikbm.blogspot.com mengatakan, Kita umumnya mempunyai jadwal makan rutin yaitu sarapan pada jam 8.00, makan siang pada jam 12.00 dan makan malam pada jam 19.00. Dengan jadwal makan seperti ini, food coma sering terjadi pada jam 10.00 (2 jam setelah sarapan), jam 14.00 (2 jam setelah makan siang) dan jam 16.00 (3 jam sebelum makan malam). Sehingga dua jam setelah waktu sarapan dan makan siang, tubuh terasa lebih lemah dan mengantuk akibat aktivitas seluruh tubuh mengolah dan menyerap makanan. Sementara tiga jam sebelum makan malam, tubuh terasa lemas akibat kadar gula darah yang menurun.

Lalu bagaimana cara mengatasi ngantuk setelah makan siang ? ikuti beberapa tips sederhana yang disandur dari Livestrong via detik health di bawah ini :

1.Makan karbohidrat kompleks
Makanlah makanan yang mengandung protein, zat besi, dan karbohidrat kompleks. Zat besi memungkinkan tubuh menghasilkan hemoglobin yang diperlukan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh untuk meningkatkan energi. Sedangkan karbohidrat kompleks dapat memberikan glukosa pada tubuh yang berguna sebagai bahan bakar yang membantu fungsi tubuh, namun dicerna dengan lebih lambat sehingga naiknya gula darah tidak berlangsung cepat.


2. Batasi makanan mengandung gula dan lemak
Batasi makanan yang mengandung gula dan lemak saat makan siang untuk menghindari ‘kecelakaan energi’. Gula memang dapat memberikan dorongan energi yang cepat pada awalnya, namun juga cepat habis sehingga akan membuat tubuh terasa lelah. Jika kamu ingin makan makanan yang manis, makan saja buah buahan yang rasanya manis.
 

3. Lakukan gerakan ringan di kantor
Melakukan gerakan-gerakan ringan dapat membantu mengurangi rasa ngantuk, seperti loncat-loncat, peregangan, pernapasan, atau bisa juga push-up. Kadar oksigen dalam darah dapat meningkat dengan latihan ringan ini sehingga dapat meningkatkan energi pada tubuh kita.

4. Makan secukupnya, Jangan  berlebihan
Batasi porsi makan siang dan hindari makan secara berlebihan. Kamu akan mudah merasa lelah dan mengantuk ketika mencerna makanan dalam porsi besar.

5. Cukup tidur malam
Usakan untuk tidur minimal 8 jam setiap malam agar tubuh dapat istirahat dengan baik. Tidak cukup tidur atau tidak yang terlalu sedikit dapat mengganggu jam biologis tubuh sehingga dapat membuat tubuh merasa lebih lelang pada siang hari.

6. Setelah makan siang, minum air putih yang banyak.
Minum air putih setelah makan siang akan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Semua organ dalam tubuh membutuhkan air agar dapat berfungsi dengan baik. Kantuk adalah salah satu tanda tubuh sedang mengalami dehidrasi, jadi tidak cukup minum setelah makan siang bisa membuatnya lebih buruk.

Itulah beberapa cara mengatasi ngantuk setelah makan Siang, selamat menerapkan apa yang tertulis di atas. Semoga bisa membantu kamu mengatasi rasa ngantuk setelah makan siang.

Sumber: http://ridwanaz.com/kesehatan/cara-mengatasi-ngantuk-setelah-makan-siang-sebab-ngantuk-setelah-makan/


Rabu, 25 September 2013

Internetku Macet Telkom pun Menghukumku



Udah beberapa hari ini internet dikantor  Gua bermasalah. Coba lo bayangin, untuk buka tanpilan google aja kagak bisa apa lagi mau berselancar diinternet dengan leluasa. Entah lah, entah apa yang salah. Kejadian seperti ini bukan kali ini doang, tapi udah sangat sering kali terjadi.

Internet macet itu rasanya hambar tau gak sill ho… bayangin aja, gua udh dari pagi sampai ketemu malam lagi sama sekali gak bersentuhan dengan internet. Emg sih bisa menggunakn hape. But percuma juga, hape gua gak dapat sinyal. Nah ini nih yang bikin gua bingung. Gua itu krja dikawasan perumahan elite, dan meja kerja gua berada di lantai 2. Tapi udh duduk di kursi panas selama berjam-jam, sinyal hape gue turun drajat. Awalnya 3G turun ke EDGE. Dari EDGE turun ke GPS.  DARI gps Udah deh gua sih sama sekali gak niat mandangin hape gua tersebut apalagi untuk menggunakannya.
Sempet sih gua gonta-ganti hape mulu, gua sih pengen punya hape yang sinyalny kenceng kalo pas gua lagi kerja. Dan setelah gua survey dari berbagai merk hape ternyata NOKIA lah yang menjd pemenngnya. Hehehe

Gara-gara internet ngandat  semua dibikin repot.

Senin, 23 September 2013

Raditya Dika: Dulu Pahit, Sekarang Lucu

Bila dilihat dari penampilan luar saja, Raditya Dika nampaknya selalu ceria. Hal itu semakin dikuatkan dengan kemampuan jenakanya. Ia mampu membuat orang tertawa hanya dengan berbagi cerita hidupnya.

Namun, adakah yang tahu mengapa semua cerita Dika terdengar sangat lucu? Kuncinya ternyata adalah bahwa semua cerita yang disampaikan Dika merupakan kisah nyata dalam hidupnya. Semua cerita yang tersaji dalam serial komedi "Malam Minggu Miko" khususnya, tak lain merupakan kisah-kisah masa remaja Dika saat duduk di bangku SMA.

"Aku sekarang bisa melihat semua kepahitan dan kepedihan di masa SMA sebagai sesuatu hal yang lucu. Dulu sih memang terasa sakit dan menyedihkan, tetapi sekarang setelah setua ini, kok malah terasa lucu. Karena itulah, aku mencoba berbagi pengalaman lucu itu kepada semua orang," ungkap Dika, saat ditemui di acara kampanye Fullo Blasto di SMUN 10 Sawah Besar, Jakarta, akhir pekan lalu.

Ganasnya Istriku di Malam Pertama

Ganasnya Istriku di Malam Pertama

Ini adalah pengalaman pribadi yang aku alami saat aku baru saja menikah, tepatnya pada malam pengantin. Pengalaman ini sebenarnya agak kurang sopan untuk diceritakan pada khalayak umum, tapi aku harap para pembaca dapat menikmatinya seperti halnya aku menikmati pengalaman ini. Oh ya, cerita ini spesial hanya untuk pembaca yang sudah dewasa dan berusia 18 tahun ke atas. Selamat menikmati.
Istriku bernama Ega, umurnya baru 25 tahun ketika kami menikah. Body-nya sangat proporsional, dengan tinggi 168m dan berat badan 52kg. Wajahnya manis, mirip Nadia Sapirah, rambutnya hitam panjang, dan kulitnya mulus sekali. Soal bentuk tubuhnya, tak perlu ditanya, sebab bisa aku ibaratkan dengan gitar listrik milik gitaris Aerosmith. Sebelum menikah, kami sempat berpacaran selama dua tahun, dan harus aku akui selama dua tahun itu kami sudah melakukan kegiatan yang 'terlalu jauh' untuk ukuran budaya timur. Misalnya, kami pernah jalan kaki dari Bandung ke Jakarta. Itu sangat jauh untuk ukuran budaya kita yang biasanya berpacaran di ruang tamu. Untungnya, kami berhasil menahan hasrat masing-masing sampai akhirnya aku berani melamar dia di depan orangtuanya. Ega adalah wanita yang alim, sopan, rajin menabung, serta pemalu. Aku sama sekali tak menyangka bahwa pada malam pengantin kami, ia akan menjadi wanita yang sangat ganas dan buas. Sungguh tak pernah kubayangkan sebelumnya, bahkan dalam mimpi pun tidak.
Dengan jantung berdebar-debar, aku mengetuk pintu kamar pengantin itu. Memang, sejak acara resepsi selesai, aku sibuk di luar membantu beres-beres dan mengobrol dengan ayah mertuaku, sementara Ega sudah masuk duluan ke dalam kamar. Pintu kamar itu dihiasi dengan rangkaian bunga berwarna-warni. Aku penasaran, apa yang sudah dipersiapkan istriku itu ya di dalam?
“Masuk aja, Mas, nggak dikunci,” suaranya yang merdu terdengar dari dalam kamar.
Aku membuka pintu kamar dan mendapati suasana yang membuat adrenalinku bergolak. Semerbak bau kemenyan menyeruak membuatku melayang-layang. Kuperhatikan, tempat tidur kami yang berwarna putih bersih ditaburi dengan kembang tujuh rupa, menambah suasana romantis. Sementara itu, Ega duduk di pinggir ranjang dengan mengenakan pakaian yang sangat menggairahkan, pakaian yang tak pernah kulihat ia pakai sebelumnya. Ia memakai pakaian yang bagus. Aku tak pernah melihat ia memakai pakaian yang bagus sebelumnya.